Cara Analisis dan Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan
Via 26 Jan 2026 01:25Copy link & title
Dalam menjalankan bisnis, kinerja keuangan adalah cerminan utama dari kondisi dan kinerja perusahaan. Melalui analisis dan evaluasi kinerja keuangan, manajemen bisa melihat apakah bisnis benar-benar berkembang atau justru stagnan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memahami kinerja keuangan serta mengetahui cara analisis dan evaluasi yang tepat.

Apa Itu Analisis Kinerja Keuangan?
Sederhananya, pengertian kinerja keuangan adalah gambaran tentang kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya untuk menghasilkan laba, menjaga stabilitas, dan memenuhi kewajibannya.
Dengan kata lain, kinerja keuangan perusahaan menunjukkan seberapa efektif dan efisien aktivitas bisnis dijalankan. Untuk mengetahui ini, dibutuhkan proses analisis dan evaluasi kinerja keuangan yang tepat dan sistematis.
BACA JUGA: Wajib Tau! Ini Cara Menghitung Keuntungan Jualan dengan Akurat
Tujuan Analisis dan Evaluasi Kinerja Keuangan
Tujuan utama dari analisis dan evaluasi kinerja keuangan, antara lain:
-
Menilai kesehatan finansial perusahaan
-
Menjadi dasar pengukuran kinerja keuangan secara objektif
-
Mendukung pengambilan keputusan manajemen
-
Mengetahui tingkat likuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan stabilitas usaha
-
Mengidentifikasi risiko sejak dini
-
Membantu perencanaan strategi bisnis
Melalui proses ini, perusahaan bisa memahami bagaimana cara mengukur kinerja keuangan dengan lebih akurat.
Indikator Kinerja Keuangan
Agar laporan tidak berhenti sebagai arsip, data perlu diolah menjadi laporan kinerja keuangan yang dapat memberikan insight. Di sinilah pentingnya mengetahui apa saja indikator kinerja keuangan yang relevan dengan kondisi bisnis.
Secara umum, kinerja keuangan diukur dengan rasio keuangan. Setiap rasio memberikan sudut pandang berbeda tentang kondisi perusahaan. Berikut beberapa indikator yang dapat digunakan:
-
Rasio Profitabilitas (kemampuan menghasilkan laba)
-
Rasio Solvabilitas (kemampuan membayar kewajiban jangka panjang)
-
Rasio Likuiditas (kemampuan membayar kewajiban jangka pendek)
-
Rasio Aktivitas (efisiensi penggunaan aset)
-
Indikator pasar saham (EPS, P/E ratio)
BACA JUGA: 4 Model Bisnis Online dengan Modal Kecil
Cara Analisis dan Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan
Untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan, diperlukan beberapa tahapan utama, antara lain:
1. Meninjau Laporan Keuangan
Tahap awal dilakukan dengan melakukan pengecekan atau review kesesuaian laporan keuangan yang telah disusun dengan standar akuntansi yang berlaku. Data yang digunakan harus akurat dan bisa dipertanggungjawabkan agar hasil analisis tidak menyesatkan dan terhindar dari salah pemahaman.
2. Melakukan Pengolahan Data
Selanjutnya, perusahaan perlu melakukan perhitungan menggunakan metode yang sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi. Biasanya melibatkan perhitungan rasio atau indikator keuangan untuk memperoleh gambaran kuantitatif yang relevan sebagai dasar analisis lanjutan.
3. Membandingkan Hasil Analisis
Hasil perhitungan kemudian dibandingkan untuk melihat posisi perusahaan terhadap standar atau perusahaan lain. Terdapat dua metode yang biasa digunakan, yaitu:
-
Time series analysis: membandingkan data dari periode ke periode untuk melihat tren dan perkembangan kinerja perusahaan.
-
Cross-sectional analysis: membandingkan kinerja perusahaan dengan pesaing di industri serupa pada waktu yang bersamaan untuk mengetahui posisi kompetitif perusahaan serta kekuatan dan kelemahan yang ada di pasar.
4. Menginterpretasikan Temuan (Interpretation)
Pada tahap ini, hasil perhitungan dan perbandingan ditafsirkan untuk mengetahui adanya masalah atau peluang dalam kinerja perusahaan. Selain itu, perusahaan juga menilai seberapa efektif strategi keuangan yang telah dijalankan.
5. Merumuskan Solusi dan Rekomendasi
Tahap terakhir adalah menyusun langkah perbaikan berdasarkan hasil analisis. Rekomendasi ini bersifat strategis dan ditujukan untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan ke depannya.
BACA JUGA: 11+ Inovasi Produk Kreatif untuk Kembangkan Bisnis di Berbagai Industri
Kinerja keuangan adalah aspek penting untuk menilai arah dan perkembangan bisnis. Dengan melakukan analisis dan evaluasi kinerja keuangan perusahaan dengan tepat, perusahaan dapat membuat keputusan dan strategi yang lebih akurat untuk keberlanjutan bisnis. Namun, sayangnya masih terdapat banyak bisnis yang mencatat keuangan secara manual, memakan banyak waktu, catatan keuangan tidak lengkap, dan rawan terjadi kesalahan.

[Contoh Fitur Data Laporan]
Mau dapatkan informasi menarik lainnya? Kunjungi website BigSeller Indonesia dan dapatkan informasi menarik seputar strategi, tips hingga cara berbisnis online. Di sini, Anda juga dapat melihat apa saja fitur menarik dari BigSeller mulai dari mengelola pesanan otomatis, scrape product hingga fitur lainnya yang dapat menguntungkan para seller setiap harinya! Jadi, tunggu apalagi? Pakai BigSeller dan registrasi sekarang untuk raih kesempatan untuk mendapatkan VIP selama 7 hari!
FAQ
1. Mengapa kinerja keuangan penting bagi bisnis?
Kinerja keuangan menjadi dasar pengambilan keputusan strategis bagi bisnis, seperti investasi, ekspansi, efisiensi biaya, hingga pengelolaan risiko bisnis.
2. Apa saja indikator kinerja keuangan yang umum digunakan?
Indikator yang umum dipakai antara lain Rasio Profitabilitas (ROA, ROE, NPM), Rasio Solvabilitas (DER, Interest Coverage Ratio), Rasio Likuiditas (Current Ratio, Quick Ratio), Rasio Aktivitas (Inventory Turnover, Asset Turnover), Indikator Pasar Saham (EPS, P/E Ratio)
3. Seberapa sering kinerja keuangan perlu dianalisis? Dan apa risiko jika tidak mengevaluasi kinerja keuangan secara berkala?
Idealnya dilakukan secara rutin, misalnya setiap bulan, triwulan, atau tahunan. Jika tidak dilakukan secara berkala, bisnis bisa salah mengambil keputusan, terlambat menyadari masalah keuangan, dan berisiko mengalami kerugian atau bahkan kebangkrutan.




